| Ribuan GT Rebutan Popper |
|
|
|
|
Saking gembiranya, pemancing yang pernah mejeng di kover Majalah Mancing ini langsung mengirimkan ceritanya ke Mancing Online sesaat setelah dirinya tiba di Bandung usai trip ke Majingklak, Jawa Barat. Berikut ini ringkasan kisahnya seperti diceritakan oleh Bubung Kusyaman kepada reporter Michael Risdianto. Hari Jumat saya dihubungi oleh Pak Haji Arif untuk berangkat ke Majingklak di Jawa Barat. Saya langsung mengiyakan setelah berdasarkan khabar dari Kuswandi, kapten kapal langganan saya bahwa ombak sudah mulai tenang dan ikan-ikan umpan sangat banyak. Tetapi sesungguhnya batin saya masih antara percaya dan tidak pada keterangan dari Kuswandi saat kendaraan kami meluncur ke Majingklak. Saya berangkat dari Bandung hari Jumat pukul 9 malam bersama beberapa member Bandung Angler Team yang antara lain ada Agung Pur, Yusuf, Haji Arif dan Bang Alex (mitra kerjanya Pak Haji Arif). Setelah menempuh perjalanan selama hampir 4.5 jam maka sampailah kami di rumah Kuswandi. Kami tidak langsung istirahat melainkan mempersiapkan piranti untuk besok sambil ngobrol dengan Kuswandi. Teh manis hangat menemani obrolan kami. Kuswandi bercerita bahwa beberapa hari lalu ada pemancing Jakarta yang harus mengeluarkan Stella 10000 demi melayani perlawanan GT besar di sana. Hati saya menjadi sedikit ciut mengingat tackle saya hanyalah joran PE5 yang saya sandingkan dengan tali PowerPro 50 lbs dan ril Daiwa Freams J 4500. Tackle yang saya bawa ini bukan karena nekat, tetapi berdasarkan pengalaman selama ini setelah hampir du atahun mancing majingklak bahwa tackle kelas antara 20-50 lbs adalah yang ideal dipakai di sini. Tanpa terasa waktu menunjuk pada pukul dua dini hari tetapi mata saya sulit sekali terpejam. Inginnya segera pagi agar bisa cepat-cepat mancing. Kami bangun pada pukul 6 pagi dan suhu udara pagi itu sangat dingin. Setelah membereskan semua yang harus dibawa kami kemudian berangkat. Kami sampai di spot Cikebo pada pukul tujuh. Di Cikebo terlihat fenomena yang tidak biasa yakni banyak sekali ikan-ikan kecil naik ke permukaan air yang jika dari jauh terlihat seperti gundukan-gundukan pulau. Saya langsung melontar popper Yo-Zuri Redhead 40gr sekuat tenaga. Beberapa kali melempar dan tetap tidak ada sambutan kami kemudian mengarahkan perahu ke spot yang lebih jauh yang letaknya masih 1 jam lagi dari Cikebo. Suasana spot mirip seperti di Cikebo. Livebait banyak sekali. Langsung kami melempar popper. Tetapi beberapa kali tetap tidak ada sambutan. Kuswandi kemudian menyarankan kami untuk ganti stickbait. Saya kemudian memasang Duel Surface Blue Mackarel dan langsung strike. Joran PE5 melengkung tajam dan ril kelas 4500 itupun menjerit kencang layaknya tangisan yang sangat keras. Terpaksa kutambah drag sampai maksimal karena ikan lari ke arah karang, tapi yang terjadi ril malah semakin menjerit. Saya memaksa memompa joran, akhirnya ikan sedikit mendekat. Beberapa kali saya pompa lagi sampai akhirnya ikan memdekat, tetapi sialnya setelah tali leader terlihat ikan malah lari lagi dan lalu tiba-tiba menjadi sangat ringan.... Treble Owner 4X itu ternyata bengkang dan ikan pun kabur... Setelah mengganti treble saya langsung melempar lagi dan langsung strike lagi dan lagi-lagi ikan lari begitu kuatnya. Saya menjadi sedikit keteteran dan deg degan saat melihat joran yang melengkung seperti mau patah 6 saja. Lepas lagi... Treble hook saya bengkang lagi... Akhirnya setelah ikan-ikan yang besar itu 8 kali mocel maka naiklah 1 ekor ikan yang beratnya cukup lumayan, big eye trevally 5 kg. Sayangnya ikan 5 kg itu menutup strike di spot itu. Mungkin karena terlalu banyak ikan yang mocel yang mengakibatkan rombongan GT itu pergi. Kami lalu melanjutkan perjalanan ke spot berikutnya yang jaraknya 300-400M dari spot pertama. Air sangat jernih dan ombak saat itu sangat tenang. Saking tenangnya kami sampai bisa melempar popper sambil berdiri diperahu katir yang sempit itu. Saya dan Pak Agung sama-sama melempar ke belakang karang. Strike!! Pak Agung berteriak, poper seberat 100gr Redhead miliknya dimakan. Joran melengkung menyerupai huruf U. Saya berteriak-teriak menyemangati Pak Agung. Ril Biomaster 8000 nya tak henti menjerit.
Strike demi strike berlalu, ikan terus bergerombol berputar-putar di samping kapal. Luar biasa.. Saya hitung strike yang terjadi ternyata telah lebih dari 50X dan poper yang putus telah berjumlah 5 buah. Dan tak terhitung treble hook yang hilang karena split ringnya yang pecah. Tinggalah popper ke enam yang merupakan popper terakhir saya yakni Yo-Zuri Blue Mackarel. Baru dua kali lempar ikan berebut lagi makan. Kali ini malah lebih banyak dari yang lalu, sampai-sampai kami istighfar karena fenomena ini, ikan yang mungkin ribuan itu berebut makan poper seperti layaknya kita sedang memberi makan ikan di empang! Popper terakhir itupun gugur karena hancur di sana sini. Dari strike yang berjumlah 50 kali lebih itu hanya 6 ekor yang berhasil kami naikkan. Ukurannya antara 7-15 Kg. Ketidakmampuan tackle dan mungkin juga teknik kami membuat tali dan popper banyak putus dan hilang. Mungkin inilah proses alami dari Nya agar ikan-ikan yang berhasil kami tangkap itu masih dalam jumlah wajar padahal kalau dilihat dari strike dan fenomenanya bisa jadi akan puluhan ikan tertangkap. Tetapi kami tetap mengucap syukur atas nasib yang bisa dianggap indah dan atau juga menyedihkan ini.(MR) |
You need to login or register to post comments.
| < Prev | Next > |
|---|









Sementara memperhatikan Pak Agung, tanpa sadar poperku ternyata juga disikat GT. Wah double strike! Tetapi lagi-lagi mocel. Aku sangat kecewa. Ikan Pak Agung berhasil dinaikkan, GT 10kg. Fenomena yang sangat langka terjadi saat GT 10 kg itu mendekat ke perahu. Segerombolan GT ukuran 80-100 cm terlihat mengerubungi ikan yang akan naik ke kapal itu dan jaraknya hanya 50-100 cm dari bibir kapal! Mungkin GT 10 kg itu salah satu pemimpin mereka yang sangat dicintai oleh gerombolan itu. Melihat hal itu aku langsung melempar lagi poper ke arah gerombolan GT tersebut dan langsung strike.


