Advertisement
Asia Digital
seahawk
event calendar
wbw

taka adventure

Berita & Artikel Terkait

Demi Strike di Kampung Halaman PDF Print E-mail

Image
Rosy Louhenapessy (Foto oleh Ellen Louhenapessy)

Di antara padatnya jadwal menjadi seorang pekerja biasa di Jakarta. Pemancing muda ini sering pulang ke rumahnya di Cilacap, Jawa Tengah. Naik bis sepanjang malam dari Jakarta tidak dipedulikan asal dirinya bisa mancing bersama sang ayah di perairan sekitar kota tercinta.

Pemuda kelahiran 1978 bernama Rosy Louhenapessy ini bekerja di sebuah perusahaan jasa konstruksi yang saat ini kebetulan sedang membangun sebuah pusat perbelanjaan besar di Jakarta. Karena bekerja sebagai di sebuah perusahaan besar yang apalagi sedang menangani proyek besar juga, waktunya untuk sekedar menikmati hobinya yakni memancing sangat sedikit. Pernah suatu kali saat MancingONLINE mengajak pemuda ini bergabung dengan acara mancing di kolam CnR di Pondok Cabe, Tangerang dia tiba-tiba menjadi sangat gelisah. “Kantor telepon. Disuruh pulang. Ada pekerjaan,” katanya. Padahal hari itu adalah hari Minggu.

Meski begitu dirinya selalu berusaha mencari celah di antara padatnya tuntutan pekerjaan itu. Dia akan mengamati secara detail perkembangan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dan jika dia menemukan bahwa ada chance untuk menikmati hobinya yakni memancing maka dia akan langsung “kabur” ke Cilacap. Ke kota kelahirannya. Memang dia akan bertemu keluarga dan mungkin juga sahabat atau malah pacarnya tetapi jika semua hal itu tidak kesampaian pun tidak apa-apa selama dia masih bisa memancing.

Image
Sensasi yang dicari-cari
“Perjalanan dengan bis malam bisa memakan waktu 6 jam lebih. Jadi kalau dari Jakarta jam 9 atau 10 Sabtu malam maka saya akan tiba di Cilacap pukul 5 atau 6 pagi pada hari Minggu. Kapal biasanya sudah disiapkan oleh ayah saya. Dan biasanya kami akan langsung berangkat ke laut sekitaran Cilacap,” ujarnya. Acara mancing menurut Rosy biasanya akan berakhir sekitar pukul 4 atau 5 sore. Dia biasanya akan langsung berangkat lagi ke Jakarta menggunakan bus malam lagi. “Asal bisa mancing capek di perjalanan bus tidak masalah,” kata pemuda yang ayahnya adalah perajin artificial lure asal Cilacap ini.

Saat ditanya MancingONLINE kenapa tidak mancing saja di sekitaran Jakarta dia menjawab selain karena belum banyak pemancing yang dia kenal dia merasa lebih nyaman saja kalau mancingnya di kampung halaman. “Saya sudah hafal seluk-beluk tiap spotnya dan tentunya sangat menyenangkan saja bisa memancing bersama ayah saya,” katanya. Tetapi dirinya akan sangat senang bila ada pembaca MancingONLINE yang mau mengajaknya mancing di laut sekitaran Jakarta.”Biar saya banyak teman dan tahu banyak tahu tempat mancing di sekitaran Jakarta,” ujar pemancing yang sangat suka popping dan jigging ini. Sebaliknya Rosy juga menawarkan jika ada pemancing ibukota yang ingin merasakan strike dari GT di perairan sekitar Cilacap dirinya siap menemani. “Saya tahu semua tempat, isi spot itu sampai karakternya.” Tuh... Siapa mau ke Cilacap?!(MR)

  No Comments.
You need to login or register to post comments.
Discuss...
< Prev   Next >
 
Telaga Cibubur
Albecha
jackpot
Telaga Arwana
Damay
Telaga Cibubur
electrofish
Telaga Cibubur