| Karang Jajar Ujung Kulon Dijaring! |
|
|
|
|
Akhir-akhir ini santer terdengar khabar bahwa perairan sekitar Ujung Kulon tepatnya di sekitar Tanjung Layar dan Karang Jajar mendapatkan tekanan lingkungan yang hebat akibat cara-cara penangkapan ikan yang tidak peduli pada kelestarian lingkungan. Benarkah? Perjalanan mancing yang dilakukan oleh sekelompok pemancing Bekasi yang dikomandani oleh Gino dan Anto dua hari lalu mungkin bisa sedikit memberi informasi terkini tentang kondisi di wilayah itu. Mereka mengatakan bahwa Karang Jajar kini juga tidak luput dari jaring nelayan. “Jaringnya sangat besar!” ucap Gino kepada MancingONLINE beberapa menit yang lalu. Jaring besar tersebut menurut Gino dipasang di sekitar karang besar dan ditinggalkan oleh kapal yang memasangnya. “Ada tanda pelampung,” katanya gundah. Bagaimana tidak gundah, Gino datang ke Ujung Kulon dengan semangat berkobar dengan niatan bertemu GT di sana, tetapi baru lemparan pertama poppernya malah langsung tersangkut di jaring itu. “Saya dan tim akhirnya tidak jadi mancing. Mau mancing juga kalaupun dapat sambaran dari GT ujung-ujungnya juga akan kesangkut jaring. Kami akhirnya malam mingguan di Peucang lihat monyet. Hahahaha,” ujarnya. Sebelum informasi tentang kehadiran jaring besar di Karang Jajar dikhabarkan oleh Gino, perairan sekitar Ujung Kulon tepatnya di dekat Pulau Panaitan beberapa waktu lalu juga pernah diramaikan oleh khabar penggunaan bom ikan yang dilakukan para nelayan di sana. Ini memang masalah dilematis yang terkait dengan banyak pihak dan aspek kehidupan. Tetapi mengingat Ujung Kulon menyandang predikat sebagai national reserve harusnya fenomena yang mengkhawatirkan ini segera disikapi oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan aksi-aksi nyata. Apakah kita akan membiarkan Ujung Kulon menderita sendirian? Tidak berlebihan kiranya jika MancingONLINE menghimbau kepada para pemancing agar kalau mendapat game fishes di sana baiknya dilepaskan saja. Pemancing seperti Gino layak dijadikan contoh sebab dirinya tidak pernah sekalipun mengangkat ikan. “Kalau untuk dimakan atau dibawa pulang saya hanya membawa ikan konsumsi yang kecil-kecil saja seperti kakap merah,” ujarnya yakin. Betul bos!(MR) |
You need to login or register to post comments.
| < Prev | Next > |
|---|












