| “Mancing Ternyata Seruuuu!” teriak Tari |
|
|
|
|
Dara rupawan ini sebelumnya tidak pernah mengenal apa itu memancing. Meski begitu saat salah satu karibnya yang kebetulan seorang pemancing bernama Gino mengajaknya untuk ikut mancing ke Ujung Kulon dirinya sangat antusias. Kalaupun tidak bisa dan mengerti mancing paling tidak dia bisa melihat sobatnya bertarung dengan ikan besar dan atau berjemur di Pulau Peucang sepuasnya. Begitu pikirnya. Maka malam itu Tari bergabung dengan rombongan kami menuju Sumur. Sepanjang perjalanan menuju Sumur Tari dan Gino asyik bercakap-cakap dalam bahasa-nya Maldini. Menurut Anto, kawan kami yang juga ada dalam trip ini mereka adalah sobat dari sebuah sekolah bahasa Italia di Jakarta. Kami tiba di Sumur pukul lima pagi dan langsung transfer barang-barang ke kapal untuk kemudian meluncur ke Ujung Kulon. Pagi itu sangat dingin karena angin bertiup kencang. Tari tidak menunjukkan tanda-tanda lelah ataupun mengantuk. Dia malah asyik memperhatikan semburat cahaya keemasan di ufuk Timur. “Wah lihat sunrise-nya mulai kelihatan!” teriaknya girang sambil buru-buru mengambil kamera. Singkat cerita hari itu kami memancing di hampir semua spot potensial di Ujung Kulon seperti Tanjung Alang Alang, Tanjung Layar, Karang Jajar dan Karang Copong. Memang bukanlah trip mancing dengan jumlah strike yang banyak dan hebat. Kami mengira Tari akan bosan melihat pemandangan dan aktivitas kami selama sehari itu. Dugaan kami salah karena ternyata dia sangat antusias bertanya ini itu dengan semangatnya. Saat melihat pemandangan indah biasanya dia langsung membidikkan kameranya atau menyuruh salah satu di antara kami memotret dirinya. Beragam pertanyaan dilontarkan kepada kami hari itu. Mulai dari nama teknik mancing yang kami gunakan, nama umpan, merk joran, dan ikan yang kami cari semuanya ditanyakan dengan semangat oleh dara yang bekerja di sebuah perusahaan internasional asal Perancis ini. Kami bergantian menjawabnya. Kehadiran dan antusiasme seorang perempuan muda seperti dirinya membersitkan harapan kami semua akan masa depan sportfishing di kalangan perempuan di negeri ini. “Dunia mancing pasti tidak akan sekering sekarang ini. Jaluuuu (lelaki) semua,” kata Anto bercanda. Setelah melewatkan malam yang nyaman di Pulau Peucang, esok harinya kami meneruskan trip mancing dengan memancing di sekitar Pulau Panaitan dan Tari tetap tidak menunjukkan tanda-tanda kebosanan dan lelah. Malahan di spot di dekat Batu Asin saat kami beristirahat siang dirinya sempat mencoba mancing dasar dengan umpan irisan cumi. Kami menduga ketertarikan dia pada olahraga memancing hanyalah ketertarikan sesaat saja yang akan cepat menghilang ditelan kesibukan di Jakarta. Tetapi saat saya hubungi dengan semangat Tari berteriak "Mancing ternyata seruuuuu. Ayo mancing lagi!!".(MR) |
You need to login or register to post comments.
| < Prev | Next > |
|---|












