| Trolling di Balikpapan |
|
|
|
|
Di Balikpapan dan di kota-kota lain di Indonesia saat ini cuaca tidak menentu, bahkan cenderung sering turun hujan. Tetapi kami berempat (Erwin, Irwan, Fadli dan Untung) pada hari Sabtu tanggal 08 November 2008 lalu tetap memutuskan untuk mancing sambil berharap cuaca dan air bagus. Trip kami kali ini adalah trolling dan dasaran. Pagi sebelum menuju base kapal kami di daerah Manggar, saya sempatkan dulu untuk beli live bait berupa udang hidup untuk mancing dasar di spot-spot karang pinggiran di daerah Lamaru dan Gunung.Tembak, Balikpapan. Sesudah semua perlengkapan naik ke kapal, sekitar jam 9 pagi waktu setempat kapal mulai berangkat menuju kearah laut Manggar. Cuaca sudah mulai rintik-rintik pada saat itu, tetapi tidak mengurungkan niat kami untuk tetap memancing. Ditemani 1 orang kapten (Aco) dan 2 ABK (Diki dan Iwan) mereka mulai menghidupkan GPS dan memasang tali jangkar. Sementara kami mulai sibuk memasang peralatan tempur. Setelah sampai di depan muara Manggar, umpan trolling mulai diturunkan dan kecepatan kapal mulai dipelankan. Rapala Magnum dan Yo-Zuri menjadi umpan pertama yang turun. Setelah berjalan sekitar setengah jam kearah Lamaru, terjadi strike pertama. Lure Yo-Zuri blue mackerel berlari jauh dari kapal. Bunyi reel Tomman makin keras sehingga mengharuskan saya untuk mulai fight. Sedikit demi sedikit reel saya gulung dan drag ditambah tetapi reel tetap berderit kencang. Saya mencoba untuk mulai fight, tetapi di beberapa gulungan line mono Duel 50 lbs itu putus. Lure saya pun hilang bersama ikan yang diperkirakan GT tersebut. Trolling tetap dilanjutkan kearah Gunung Tembak dimana di daerah tersebut terdapat gusung kecil dengan batu besar. Kami semua berharap bisa mancing dasar di spot tersebut. Tetapi setelah lama mancing dasaran, ikan yang naik hanya sebesar ukuran 4-5 jari manusia dewasa. Bisaanya spot ini lumayan menjanjikan, mungkin karena arus terlalu kencang saat itu. Akhirnya kami putuskan trolling lagi ditemani cuaca yang tidak menentu. Sesekali hujan dan sesekali panas terik. Kami berjalan pelan tapi pasti. Akhirnya sewaktu tiba di daerah perairan Lamaru lagi…banyak terdapat burung-burung laut sedang menukik tajam kearah air sedang menyambar udang hambaring yang memang sedang musim. Saya meminta kapten kapal untuk mengarahkan kapal kearah kerumunan udang hambaring tersebut yang sudah seperti lautan darah karena jumlahnya yang mungkin jutaan. Benar ternyata, ketika lure Rapala Magnum sedang melewati kerumunan udang hambaring tersebut, strike kedua terjadi. Kali ini saya lagi yang fight dengan ikan. Pada awal fight sudah terlihat jelas kalau yang menyambar adalah jenis barracuda…terlihat ikan itu terbang ke udara sewaktu fight. Tidak sampai 10 menit, barracuda yang diperkirakan sekitar 6-7 kg itu bisa kami naikkan ke kapal. Sayangnya kami tidak bisa merelease ikan tersebut karena salah satu insangnya terputus sewaktu dinaikkan oleh ABK. Tetapi terlihat jelas di dekat kapal rombongan barracuda yang lain juga sedang berusaha untuk menghajar barracuda kami tadi. Akhirnya lure diturunkan lagi. Sempat terjadi 2 kali strike susulan tetapi tidak berhasil hooked up. Akhirnya karena cuaca yang sudah mulai berangin dan mendung, kami putuskan untuk trolling sambil berjalan pulang. Walaupun hanya mendapatkan satu ekor barracuda dan beberapa kerapu kecil hasil mancing dasaran, tetapi kami tetap enjoy dan akan melakukan trip susulan Sabtu mendatang.(Erwin Harahap/Balikpapan/MancingOnline.Com) |
You need to login or register to post comments.
| < Prev | Next > |
|---|









