| Ekspedisi Aceh: Fishing Club Aneuk Kampung (FCAK) |
|
|
|
![]() FCAK tampak sangat bersemangat setiap hendak memulai acara mancing (Foto oleh Michael Risdianto) Saat mendarat di Banda Aceh pada hari Kamis (11/12) pukul 12 siang. Saya tidak langsung menuju Pulau Weh melainkan bertemu dengan kawan-kawan pemancing di Banda Aceh yang tergabung dalam Fishing Club Aneuk Kampung (FCAK). ![]() Dimanapun, kapanpun. Kebersamaan dan semangat! (Foto oleh Michael Risdianto) FCAK adalah klub mancing terbesar dan teraktif di bumi Tanah Rencong yang mengundang Majalah Mancing/MancingOnline.Com. Saya tidak menduga sama sekali sambutan dari kawan-kawan di FCAK begitu hangat. Atau tepatnya meriah. Menikmati hari sampai sampai larut malam sambil wisata kuliner berkeliling kota. Dan tentunya menikmati nikmatnya kopi Aceh. Konon kita belum ke Aceh kalau belum mencicipi kopi Aceh dan atau merasakan nikmatnya mie Aceh yang lezat luar biasa itu. ![]() Pertemuan pertama dengan FCAK di De Helsinki (Foto koleksi MancingOnline.Com) Inilah kesempatan pertama saya mengenal lebih dekat member-member FCAK. Ada Amin, Guswarno, dan Reza yang sangat antusias mengaplikasikan teknik jigging. Saya jadi teringat seorang master jigging dari negeri seberang kalau melihat perawakan Amin. Lalu ada Aheng, Aken, Hendi, Metil, Anton, Hanif, Ayung, Jarwo, dan Adi yang sangat antusias dengan teknik popping. Meski memiliki teknik favorit yang berlainan, FCAK memperlihatkan semangat kebersamaan yang luar biasa tinggi. Saya menyebutnya semangat FCAK. Dan diam-diam dalam hati saya sudah mengaggumi klub ini sejak kali pertama bertemu mereka di Banda Aceh malam itu. Melewatkan malam sambil menikmati kopi Aceh di sebuah kedai kopi terkenal bernama De Helsinki itulah kami pertama kali menyusun rencana eksplorasi kami nantinya di perairan sekitar Pulau Weh dan Pulau Rondo.(Michael Risdianto/MancingOnline.Com) |
You need to login or register to post comments.
| < Prev | Next > |
|---|








.jpg)
.jpg)
.jpg)



