Advertisement
Asia Digital
seahawk
event calendar
wbw

taka adventure

Berita & Artikel Terkait

Ekspedisi Aceh Part 2: Parade GT Torpedo PDF Print E-mail

Image
Rudi Hadikesuma tampak berteriak menahan berat GT yang dipancingnya di spot Batu 13 (Foto oleh Michael Risdianto)

Tidak ada trik pengambilan gambar agar ikan tampak semakin besar di kelima foto GT yang ada di sini. Semua apa adanya dan apalagi pengambilan gambar hanya berlangsung sekian detik saja karena semua ikan GT di ekspedisi kali ini dilepaskan kembali ke laut. Selama 5 hari popping dan jigging hanya satu ikan saja yang terpaksa mati karena kelamaan fight. Foto-foto ini hanya sebagian kecil dari hasil memancing yang kami peroleh selama ekspedisi Aceh tanggal 12-18 Februari 2009 lalu. Berikut secuil kisah di setiap gambarnya.

Image
Upaya menyelamatkan GT hasil pancingan Rudi berakhir sia-sia karena meski telah 30 menit diberi pertolongan sang GT tak terselamatkan (Foto oleh Michael Risdianto)

Foto yang dipajang pertama adalah ikan GT yang dipancing oleh Rudi Hadikesuma di Batu 13 (19 mil dari basecamp kami di Iboih, Pulau Weh). Ini adalah satu-satunya ikan yang terpaksa mati di ekspedisi ini karena sang ikan menelan bulat-bulat popper besar merk Halco milik Rudi. Dan meski telah diupayakan upaya pertolongan untuk menyelamatkan nyawanya selama hampir 30 menit, sang ikan tetap tidak tertolong lagi. Tampak dalam foto di atas Rudi sampai meringis saking beratnya bobot ikan. Kalau sudah demikian berarti berat ikan bukan sembarangan lagi karena kita tahu Rudi Hadikesuma adalah pemancing popping dan jigging kondang negeri kita yang tidak mau difoto dengan ikan kecil.

Image
Hasil jigging Wahyu Tamaela di Pantee Utara berhasil di rilis dengan selamat (Foto oleh Michael Risdianto)

Hasil jigging Wahyu Tamaela (kakak Rudi Hadikesuma) yang dipancing saat kami sedang iseng test spot jigging di perairan Pantee Utara (34 mil dari basecamp mancing kami di Iboih). Juga ini bukan ikan GT sembarangan. Lihat saja bagaimana kedua tangan Wahyu Tamaela yang kekar itu tampak tidak ada apa-apanya menahan berat ikan. Ikan berhasil dirilis dengan selamat meski ikan ini dipancing dengan teknik jigging yang biasanya keburu mati saat sampai di permukaan.

Image
Santoso tidak terlalu gembira dengan GT ini karena untuk ukuran Aceh ini termasuk biasa saja (Foto oleh Michael Risdianto)

Foto GT perolehan Santoso di spot popping Pulau Rondo (16 mil dari Iboih). Di Aceh ikan GT sebesar ini biasa saja, bukan ikan GT yang termasuk besar. Jumlahnya masih banyak dan cukup terjaga kelestariannya. Maka lihat saja ekspresi Santoso yang tidak terlalu bersemangat saat memegang sang ikan karena ikan perolehannya tidak sebesar perolehan kolega-koleganya yang lain. Santoso sebenarnya menerima banyak sekali big strike di Pulau rondo tetapi semuanya putus karena GT terlalu kuat berlari yang membuat tali PE dan atau leader tergesek karang dan langsung putus.

Image
Freddy yang pemula popping, meski sudah berumur 56 tahun, menjadi pembuka strike bertubi-tubi kami (Foto oleh Michael Risdianto)

Freddy (56 tahun) asal Tuban. Pemancing popping pemula. Terkena 'racun' popping dari Rudi Hadikesuma dan Santoso. Trip ke Aceh ini adalah pertama kali bagi dirinya menjajal popping. Datang ke Aceh dengan membawa satu joran popping dan hanya empat biji popper saja (semua poppernya akhirnya musnah dirampas GT Aceh). Namun ini mungkin adalah momen terindah dalam 'karir' memancingnya. Sebelumnya dia hanya berkutat dengan ikan-ikan seukuran telapak tangan di perairan Tuban. Dialah yang pada trip kali ini pertama kali mendapatkan big strike dari GT. Bukan ikan yang termasuk besar di Aceh, tetapi karena dia langsung mendapatkan dua strike berurutan dari GT berukuran antara 15-20 kg tersebut dia praktis kegirangan. Sesampai di basecamp kami di Iboih malam harinya, seluruh keluarga dan tetangga satu RT-nya dia telpon untuk dikhabari bahwa dirinya baru saja memancing ikan besar di Aceh.

Kami memberi nama ikan-ikan GT besar di Aceh dengan julukan GT torpedo karena mereka memiliki kekuatan ‘berlari’ yang khas layaknya sebuah torpedo. Nantikan selalu Majalah Mancing untuk liputan lengkap yang disertai foto-foto eksklusif dan video mancing dari ekspedisi ini.(Michael Risdianto/MancingOnline.Com)

  No Comments.
You need to login or register to post comments.
Discuss...
< Prev   Next >
 
Telaga Cibubur
Albecha
jackpot
Telaga Arwana
Damay
Telaga Cibubur
electrofish
Telaga Cibubur