|
|
| Written by ams | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Page 3 of 4 Memilih Tali Fly dan Leader (Tali Pandu) Tali fly merupakan bagian yang juga sangat penting dalam perangkat fly fishing. Ukuran tali fly yang salah, mengakibatkan ayunan kasting yang tidak menyenangkan dan hasil yang jelek. Setiap tali fly harus sesuai dengan ukuran ril fly dan joran fly. Tali fly menjadi sangat penting karena dalam fly fishing, yang kita ayun (cast) adalah tali fly nya, bukan umpannya (fly-nya). Umpan hanya mengikuti ujung tali (tippet). Sebagai perbandingan kalau kita melakukan kasting dengan minnow atau popper, maka yang diayun adalah popper/minnow-nya, tali hanya mengikuti.umpan. Jika Anda memakai ukuran tali fly yang terlalu berat ketimbang joran fly-nya, maka yang terjadi adalah apa yang disebut overloading (joran fly melengkung secara berlebihan), suatu keadaan yang sangat sulit bagi Anda untuk melakukan kasting dengan baik. Overloading juga bisa membuat umpan fly Anda, tidak mulus sewaktu menyentuh air, yang bisa membuat ikan terkejut dan lari bersemburat. Situasi sebaliknya akan terjadi bila tali fly terlalu ringan dibandingkan dengan ukuran joran fly-nya. Joran tidak akan cukup terbebani sehingga kurang melengkung. Pada situasi ini Anda tidak bisa melempar sejauh yang diharapkan dan sulit untuk mengontrol ayunan kasting ke arah yang dituju. Ingat Rumus ini !Ukuran Tali Fly = Ukuran Ril Fly = Ukuran Joran FlySebelum kita melanjutkan tentang ukuran tali fly, ada baiknya kita mengenal informasi dasar dari tali fly.
Urutan 2 : menunjukkan ukuran tali fly (fly line weight), di sini 4, artinya Weight - 4 Urutan 3 : menunjukkan densitas-nya, di sini F artinya Floating Penjelasan lebih lanjut1 Densitas Tali FlyDensitas dari aly fly menunjukkan apakah tali fly akan mengapung atau tenggelam. Pada dasarnya ada 5 tipe densitas tali fly :
Sink-tip Fly line juga merupakan tali fly yang populer. 10 -30 feet ( 3 – 9 meter).pertama dari tali fly ini akan tenggelam, sedangkan sisanya akan tetap mengapung. Sink tip fly line akan mempercepat umpan fly tenggelam ke dalam air, sedangkan sisanya yang tetap mengapung, akan mempermudah Anda menarik, mengangkat seluruh tali fly dari air untuk kasting berikutnya. Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa kebanyakan tali fly jenis ini, tenggelamnya sangat cepat. Jadi jika maksud Anda hanyalah sekedar untuk menenggelamkan umpan fly di bawah permukaan, baiknya Anda memilih tipe sinking fly line jenis lainnya. Intermediate sinking fly line adalah tali fly yang akan tenggelam seluruhnya, tetapi secara perlahan-lahan. Sangat ideal dipergunakan pada saat Anda ingin menenggelamkan umpan fly sediki di bawah permukaan air Biasa dipakai untuk memancing di danau yang banyak tumbuh-tumbuhan bawah airnya dan Anda ingin memposisikan umpan fly sedikit di atas tumbuh-tumbuhan itu. Sinking fly line akan tenggelam relatif lebih cepat dengan kecepatan merata. Kecepatan tenggelamnya bisa bervariasi dan biasanya tercantum pada kemasannya. Kecepatan tenggelamnya bisa antara 2 – 10 inches per detik (5 – 25 cm per detik). Berapa kecepatan yang terbaik? tergantung pada seberapa dalam dan seberapa cepatnya Anda ingin memposisikan umpan fly Anda. Untuk air yang berarus deras atau di lubuk yang sangat dalam, lebih kecepatan tenggelamnya lebih baik. Selain dari situasi itu, kecepatan tenggelam yang rendah akan cukup memadai, mengingat kemudahan saat harus mengangkat dan menarik tali fly untuk kasting berikutnya. Yang terakhir, Fast-sinking fly line, seperti namanya, tali fly ini akan cepat tenggelam layaknya batu. Variasinya juga banyak dan biasanya tercantum pada kemasannya. Tali fly ini biasanyahanya dipakai untuk fly fishing di laut atau fly fishing di danau yang sangat dalam.
![]() Adalah tali fly yang tidak ada taper-nya ! Tali fly jenis ini uniform dalam ketebalan dan bobotnya. Walaupun jenis floating dari tali ini, sangat bagus daya apungnya, Tali fly level taper sulit untuk di-kasting dan dikontrol. Harganya paling murah dari jenis taper lainnya, tapi bagi pemula sebaiknya menjauhi jenis tali fly ini.. Double Taper (DT)
Mempunyai bobot dan ketebalan yang lebih besar pada bagian tengah. Untuk kemudian makin mengecil bobot dan ketebalannya pada kedua ujungnya. Sehingga secara keseluruhan menjadi balance. Contoh : pada sebuah/segulung tali fly Double Taper sepanjang 90 feet. Pada 15 feet pertama (dari ujung yang paling dekat dengan umpan fly) tali fly akan makin membesar bobot dan diameternya, sampai pada garis 15 feet, tali fly ini akan mencapai bot dan diameter maksimum. Dibagian tengah ini tali fly akan terus rata sepanjang 60 feet. Kemudian akan mulai mengecil bobot dan diameternya sepanjang 15 feet terakhir (ujung yang terdekat dengan ril fly). Weight Forward Taper (WF) ![]() Sekarang menjadi tali fly yang paling populer di pasaran sekaligus juga yang paling mahal. Tali fly WF memiliki extra bobot dan ketebalan pada sekitar 30 feet (9 meter) pertama, sisanya akan uniform. Keunggulannya adalah kastingnya bisa lebih jauh, bisa memakai umpan fly yang besar, dan lebih efektif dalam situasi banyak angin. Shooting Taper ![]() Mulanya didesain untuk turnamen adu-jauh kasting (casting distance torunament). Biasanya didesain dengan memberi bobot pada 20 feet (6 meter) pertama salah di ujung talinya. Sisanya akan rata/uniform, dan umumnya akan sangat lebih tipis dan ringan dari tipe WF pada umumnya.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||











