| Sungai Mentras, Tanjung Pinang Menjanjikan Pengalaman Mancing Yang Menarik |
|
|
|
![]() Udang galah merupakan hiburan yang menarik usai puas memancing kakap putih (Foto koleksi Koh Aheng) Sungai Mentras terletak di 18 kilometer di luar kota Tanjung Pinang, Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Menjadi destinasi banyak pemancing sungai karena menjanjikan strike dari para predator perairan payau. Selain dari predator seperti ikan kakap putih, pengalaman mancing di sungai ini juga masih akan ditambah dengan ‘hadiah’ hiburan dari udang-udang galah berukuran jumbo. ![]() Kelvin Lee, keponakan Koh Aheng pun bisa strike ikan kakap putih Sungai Mantrust (Foto koleksi Koh Aheng) Demikian diungkapkan oleh pemancing asli Tanjung Pinang bernama Aheng (Koh Aheng). Pemancing ini kebetulan tinggal tidak jauh dari sungai ini sehingga sangat mengenal seluk-beluk sungai tersebut. “Kalau mancing di Sungai Mentras kita bisa mendapatkan kakap putih berukuran besar. Umpannya biasanya udang hidup yang kita pakai,” ujarnya berseri-seri sambil menunjukkan foto dari ponselnya. Benar saja, disana tampak dirinya sedang tersenyum memegang seekor ikan kakap putih berukuran tak kurang dari 3 kg. ![]() Koh Aheng dengan ikan kakap putih berukuran lumayan yang dia pancing di Sungai Mantrust dengan umpan udang hidup (Foto koleksi Koh Aheng) Karena populasi ikan predator di sungai ini masih banyak, tak harus pemancing senior yang akan mendapatkan strike, pemancing pemula pun bisa mendapatkan strike dari penghuni sungai ini. Koh Aheng lalu menunjukkan foto keponakannya bernama Kelvin Lee tersenyum memegang seekor ikan kakap putih. Padahal menurutnya keponakannya itu baru dalam taraf belajar mancing. “Jarang khan ada sungai seperti ini di Pulau Jawa,” katanya sambil senyum geli. Koh Aheng memang benar, di Pulau Jawa kita harus jungkir balik untuk mendapatkan spot mancing sungai yang seperti ada di Tanjung Pinang itu. Menurut Koh Aheng selain strike dari ikan kakap putih, Sungai Mentras juga menjanjikan pengalaman mancing spesies lain yang tak kalah menarik dan sangat khas. “Udang galahnya besar-besar!” teriaknya. Jadi menurut dia kalau pemancing sudah merasa puas memancing ikan kakap putih mereka tinggal mengganti tackle mereka dengan tackle kecil untuk mancing udang-udang itu. Acara mancing otomatis menjadi sangat lengkap. ![]() Alex meninjukkan talang-talang seberat 16 kg yang diapancing dengan teknik kasting di Dermaga Pertamina, Tanjung Pinang (Foto koleksi Alex) Selain mendengar kisah tentang potensi Sungai Mentras dari Koh Aheng, selama di Tanjung Pinang saya juga bertemu dengan pemancing lain yang bernama Alex. Pemancing ini suka memancing kasting di Dermaga Pertamina. Sebuah foto hasil kastingnya sempat membuat saya terhenyak karena ukuran ikannya besar sekali. Memang itu hanyalah ikan talang-talang, masalahnya ikan itu memiliki berat 16 kg! Bayangkan, talang-talang 16 kg yang dipancing dari tepian dermaga. Pasti sensasinya luar biasa. Ikan talang-talang yang 3 kg saja sudah heboh sekali perlawanannya, bagaimana kalau beratnya 16 kg seperti didapatkan oleh Alex ini? Ternyata Tanjung Pinang memiliki spot mancing sungai dan payau yang luar biasa. Awalnya saya mengira Tanjung Pinang hanya memiliki potensi bottom fishing seperti pernah saya lihat dan rasakan di perairan sekitar Desa Berakit dan Pulau Mapur. Jadi pesan saya siapapun Anda jika berkesempatan mengunjungi Tanjung Pinang jangan lupakan Sungai Mentras ya!(Michael Risdianto/MancingOnline.Com)
|
You need to login or register to post comments.
| < Prev | Next > |
|---|















