| Hati Gembira Adalah Obat Yang Mujarab: Kesan Bayu Noer Rachman Jigging Marlin 150 Kg |
|
|
|
|
Berikut ini kami tampilkan kesan singkat Bayu Noer Rachman bertarung dengan marlin 150 kg di perairan Aceh menggunakan joran PE4 dengan tali sepanjang 300 meter yang dikisahkan kepada reporter kami Michael Risdianto. Tulisan Bayu Noer Rachman ini sejatinya telah kami muat di Majalah Mancing edisi 18. Namun karena saat ini VCD jigging marlin tersebut kami rilis di edisi 19, kami merasa perlu untuk mengetengahkan curahan hati host Mancing Mania Trans 7 ini kembali. Menjelang keberangkatan ke Aceh badan kurang sehat. Flu dan meriang. Jadi sebenarnya perasaan saya ketika berangkat ke sana agak kurang nyaman. Inginnya istirahat di Jakarta saja. Tetapi karena sudah berjanji dengan Mas Rudi dkk (Rudi Hadikesuma) satu bulan sebelumnya maka saya tetap memutuskan jalan ke Aceh dengan ditemani oleh Gilang Gumilang, salah satu kameraman Mancing Mania Trans 7. Kawan-kawan saya mengira saya akan memilih Valentine-an di Jakarta karena keberangkatan ke Aceh ini dua hari sebelum Hari Valentine, padahal bagi saya Valentine atau tidak sama saja. Gak ngaruh kaleee! Hehehe.. Ini adalah kali pertama saya ke Aceh. Ketika sampai di Iboih, Pulau Weh kesan saya biasa saja. Padahal biasanya kalau mendatangi tempat baru saya selalu excited. Mungkin karena badan saya waktu itu semakin drop. Saya mulai bisa menikmati keindahan Pulau Weh ketika kita sudah mulai melaut. Meski badan saya masih sakit tetapi saya mulai merasakan kenyamanan. Lautnya bersih sekali. Ikan-ikan saja sampai kelihatan dari atas kapal. Ketika kemudian sampai di Pulau Rondo saya menjadi semangat untuk popping. Tempatnya benar-benar menakjubkan. Apalagi waktu itu angin dan ombak juga sangat bagus jadinya langsung lupa dengan sakit dan ikut popping. Hasilnya selama empat hari pertama kita popping dan jigging luar biasa. GT, kakap batu, dogtooth tuna, wahoo, dan lain sebagainya. Dan size-nya juga sangat mengesankan. Dari yang kakek-kakek (size monster) sampai cucu-cucunya (size kecil). Ternyata potensi ikan di perairan sekitar Pulau Weh mantap! Saya tidak mengira sama sekali ternyata Aceh luar biasa seperti ini. Saya mengira hanya Indonesia bagian Timur saja yang punya ikan monster. Hari ke-5, hari terakhir trip, saya tidak memikirkan ikan, apalagi memikirkan ikan gagah seperti marlin. Saya justru lebih memilih untuk lebih menikmati suasana perairan Pulau Weh karena ini adalah hari terakhir di sini. Tetapi saya percaya, apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan apa yang tidak pernah didengar oleh telinga dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia: semua disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. Trip hari kelima kami semua sepakat jigging. Saya langsung ngejig di bagian belakang kapal, tiba-tiba ada ikan yang melompat sekitar 15 meter di depan saya, tiba-tiba joran seperti ditarik ikan tapi bukan di tarik ke bawah melainkan ke samping sampai tali PE4 sepanjang 300 meter itu hampir habis. Saya masih tahu kalau itu marlin sampai akhirnya Mas Rudi berteriak-teriak “marlin-marlin!”. Saya masih belum percaya meski Mas Rudi sudah teriak-teriak, baru setelah setelah ikan marlin-nya dancing hati saya girang bukan kepalang. Yesss! Marlin! Wooow! Perasaan saya seperti baru dapat mobil baru! Hehehe… Terus terang saya bingung melukiskan kembali perasaan saya waktu bertarung dengan ikan marlin itu. Senang, khawatir, dan lelah bercampur jadi satu. Satu jam pertama saja pinggang saya sudah terasa nyut..nyut...nyut.. Joran sempat saya oper ke Pak Wahyu karena gimbal dan celana saya melorot. Memasuki dua jam pinggang benar-benar mau patah. Apalagi ikan marlin sempat beberapa kali menghentak ke bawah yang membuat saja terjerembab. Marlin memang luar biasa perlawanannya. Mas Rudi juga sempat saya goda dengan “Mau cobain mas?” Padahal sebenarnya joran saya oper ke dia karena saya sudah sangat-sangat lelah. Hehehe. Sebentar saja Mas Rudi memegang joran itu dan dikembalikan ke saya. Saya meneruskan fight sambil dipijitin Pak Wahyu, enak banget jadinya. Anehnya setelah ikan naik ke atas kapal semua lelah dan sakit di badan langsung musnah, pinggang yang tadi seperti mau patah langsung sembuh total. Hati yang gembira ternyata obat yang sangat mujarab! Saya tahu bahwa matinya ikan marlin ini bisa jadi perbincangan panas di Jakarta nanti. Tetapi jujur saja, yang pro lebih banyak dibandingkan dengan yang kontra. Bukan sombong ya, tetapi itu kenyataannya. Coba mereka yang kontra itu berada di atas kapal bersama kita, mereka pasti tahu kenapa ikan itu tidak bisa direlease. Itu adalah marlin pertama saya, saya merasa punya hak untuk memutuskan. Sepengetahuan saya peraturan turnamen FORMASI pun mengatakan bahwa untuk ikan marlin di atas 100 kg juga boleh diangkat. Saya setuju sekali dengan catch and realese, dan ini rasanya saya tidak perlu bicara panjang lebar. Orang-orang tahu saya bagaimana. Saya mau memberi gambaran sedikit. Kami (Mancing Mania Trans 7) pernah memancing bersama anak-anak yang ngefans dengan program Mancing Mania Trans 7 dan juga sangat ngefans sama Mas Dudit Widodo. Setelah anak-anak itu dapat ikan, mereka langsung bilang “Om, ikannya dirilis saja ya?”, padahal waktu itu kita sedang memancing di pemancingan kiloan. Ini bukti nyata bahwa program Mancing Mania Trans 7 sudah berhasil menanamkan suatu budaya catch and realese supaya populasi ikan tetap terjaga dan lestari. Saya bisa memahami ada yang kontra dengan matinya marlin itu, tetapi andaikan mereka juga sama-sama di atas kapal bersama kita, mereka akan tahu kenapa ikan itu tidak direlease. Yang pasti, tidak ada yang bisa menandingi sensasi strike marlin karena menaklukkan ikan ini benar-benar perlu ketangguhan, kesabaran, teknik, dan tentunya kerjasama tim yang baik. Saya merasa sangat beruntung bisa mendapatkan marlin di Aceh. Kenangan yang indah bagi saya. Apalagi saya memancing bersama tim yang hebat dan sangat solid. Tak sabar rasanya ingin segera memancing bersama tim ini lagi. Salam strike untuk seluruh Tim Bertubi Tubi!*** |
|
Hati Gembira Adalah Obat Yang Mujarab: Kesan Bayu Noer Rachman Jigging Marlin 150 Kg
Jun 25 2009 03:25:32 This thread discusses the Content article: Hati Gembira Adalah Obat Yang Mujarab: Kesan Bayu Noer Rachman Jigging Marlin 150 Kg
T O P buanget... Selamat buat mas Bhayu...pengalaman yang sangat sangat langka..apalagi diperoleh dengan tehnik jigging..btw saya sepakat dengan keputusan yang diambil oleh mas bhayu...dalam situasi & kondisi ikan yang seperti itu tidak mungkin melakukan C&R... Maju terus & tetap semangat!!!! |
#161 |
|
Re:Hati Gembira Adalah Obat Yang Mujarab: Kesan Bayu Noer Rachman Jigging Marlin 150 Kg
Jun 27 2009 16:32:50 Ucok wrote:
This thread discusses the Content article: Hati Gembira Adalah Obat Yang Mujarab: Kesan Bayu Noer Rachman Jigging Marlin 150 Kg T O P buanget... Selamat buat mas Bhayu...pengalaman yang sangat sangat langka..apalagi diperoleh dengan tehnik jigging..btw saya sepakat dengan keputusan yang diambil oleh mas bhayu...dalam situasi & kondisi ikan yang seperti itu tidak mungkin melakukan C&R... Maju terus & tetap semangat!!!! mancing trus dapet ikan bukan masalah c & r tapi masalah gengsinya mas .............. dipertaruhkan. |
#162 |
You need to login or register to post comments.
| < Prev | Next > |
|---|










