| Mimpi Meraup Dollar dari Wisata Mancing Indonesia |
|
|
|
|
Sudah dua tahun saya tidak mancing Billfish, walau tahun lalu saya berkesempatan mengikuti turnamen mancing di Koala Rompin, Pahang, Malaysia, waktu itu saya terpaksa hanya bisa menjadi penonton saja, lantaran fisik saya waktu itu masih belum memungkinkan untuk fight ikan besar.
![]() Baru-baru ini saya kembali datang ke Rompin bersama Valentine Loh yang Singaporean dan James, pemancing pemula yang juga berasal dari Singapura, bukan untuk mengikuti turnamen seperti tahun sebelumnya, tapi pada musim terbaik untuk mancing sailfish atau ikan layaran. Saya berencana untuk mancing selama dua hari, yaitu pada 5 dan 6 Oktober. Hari pertama kami mendapat strike sailfish sedikitnya delapan kali, tetapi yang kemudian berlanjut dengan pengajaran dan berakhir dengan dirilisnya ikan dengan amat mulus hanya enam ekor saja. Semua ikan tersebut dipancing dengan piranti spinning kelas 10 kilo, menggunakan pancing jenis circle hook dan umpan ikan hidup yang mudah didapat dengan cara ngotrek di rumpon-rumpon buatan, atau istilah Jakartanya tendak. Tendak-tendak tersebut sengaja dibuat oleh pemerintah daerah setempat di banyak lokasi dan ditandai dengan sejumlah bambu yang dipancangkan. Pada kesempatan mancing keesokan harinya kami merilis enam ekor sailfish lagi. Menyenangkan sekali, karena hasil ini merupakan yang terbaik bagi saya dan Valentine selama lima kali mancing di Rompin. Betapa bagusnya potensi mancing di Rompin agaknya dapat dilihat dari keberhasilan James yang merupakan pemancing pemula, selama dua hari mancing berhasil mendapat dua ekor sailfish pada hari pertama dan seekor lagi pada hari terakhir. Valentine justeru paling sedikit merilis ikan, yakni hanya seekor setiap hari, tapi hal itu desebabkan karena dia begitu sibuk mancing dasar! Saat perjalanan pulang terpikir oleh saya, mengapa di Indonesia tidak bisa dibuat seperti Kuala Rompin? Padahal segala-galanya ada! Laut dalam, laut dangkal, karang dalam, karang cetek, air bagus belum tercemar melimpah ruah dan berserakan di mana-mana, tapi kenapa mancing hanya mencari seekor sailfish selama tiga hari penuh hasilnya bisa nihil? Apakah karena faktor manusianya, baik itu para pejabat pemerintah atau nelayan maupun para pemancingnya sendiri? Entahlah…. Tapi yang jelas sementara di Indonesia masih sebatas mimpi, Malaysia telah berhasil meraup jutaan Dollar dari lautnya yang hanya secuil, dan itu masih terus berkelanjutan. (Sulaiman Tamin/mancingonline.com) |
You need to login or register to post comments.
| < Prev | Next > |
|---|






























