| Kepulauan Seribu Cerah Setelah Berbenah |
|
|
|
|
Tak hanya tenggiri, tetapi juga kakap merah, kerapu, kuwe, wakung sawo, bambangan, dan masih banyak lagi lainnya. Selain para pemancing setiap Sabtu dan Minggu, mancing ikan juga rutin dilakukan oleh nelayan setempat. Walau ada di antara mereka yang membudidayakan rumput laut, namun kebanyakan menjadikan menangkap ikan sebagai mata pencaharian utama. Awalnya mereka cuma memakai alat-alat pancing sederhana, tetapi selanjutnya jaring dan pukat harimau, bahkan bom pun dimanfaatkan untuk tujuan yang sama. Dalam waktu singkat, kandungan ikan di Kepulauan Seribu susut secara drastis. M. Suradi, nelayan Pulau Panggang yang biasa mancing tenggiri mengungkapkan, kini ia sangat kesulitan mendapat ikan. “Dulu sekali mancing memang bisa dapat sampai sekuintal. Sekarang mah boro-boro deh.. Tambahan lagi solar sangat mahal,” ucapnya. Data TPI Muara Angke Juli 2007 menyebutkan, hasil tangkapan nelayan kini memang tinggal 5 ton per hari dengan nilai sekitar 42 juta. Jelas turun sangat jauh, karena sebelumnya rata-rata bisa mencapai 40 ton atau senilai 336 juta. Menurut Rudy Anyan, seorang kian majunya teknologi penangkapan ikan dan sportfishing yang tidak dibarengi dengan kesadaran melestarikan lingkungan oleh para penggunanya bertanggung jawab terhadap permasalahan yang timbul saat ini. “Ditambah dengan banyaknya sampah, wajar sekarang susah dapat ikan walau sudah mancing di tengah,” tuturnya. Musibah tumpahnya minyak pada Oktober 2004 disinyalir kian memperburuk keadaan. Dikuatirkan, pengotoran jaring budidaya yang membuat turunnya produktivitas ikan itu bakal menurunkan minat masyarakat nelayan, sehingga mereka kembali mencari ikan dengan bom dan racun. Budidaya dan Rehabilitasi Akses Menuju Pulau Seribu Harga sewa perahu di tempat-tempat tersebut di atas bervariasi, tergantung pada jenis perahu ataupun lamanya mancing. Tetapi rata-rata mulai dari 600-an ribu per hari. Pemancing juga bisa menyewa speedboat di Pantai Marina Ancol ataupun Pantai Mutiara, tapi sewanya lebih mahal, mulai dari 5-6 jutaan. Biaya sewa bisa ditekan bila menyewa perahu nelayan langsung di 'lapangan'. Konsekuensinya keberangkatan ke Kepulauan Seribu harus dilakukan dengan kapal ojek antar pulau yang rata-rata berkapasitas 50-60 orang. Di Pasar Ikan Muara Angke Penjaringan Jakarta Utara, setiap hari pukul 06.30 kapal ojek berangkat dari Muara Angke ke Pulau Pramuka dan dari Pulau Pramuka ke Muara Angke. Lama perjalanan sekitar 2,5 jam dan tarifnya 40 ribuan. Bisa juga menumpang speed boat milik Pulau Sepa yang berangkat ke Pulau Pramuka tiap pukul 08.00 dari di Dermaga 19 Marina Ancol, dan pulang dari Pulau Pramuka setiap pukul 14.00, namun Anda perlu reservasi minimal dua hari sebelumnya. Alternatif lain dengan Transjakarta KM Lumba-Lumba atau KM. Kerapu dari Dermaga 20 Marina Ancol. Setiap hari kedua kapal tersebut berangkat ke Pulau Pramuka pukul 08.00 dan kembali lagi pukul 15.00. Jika tak ingin buru-buru, Anda bisa menumpang ferry KMP Betok I atau KMP Betok II. Kapal berkapasitas 117 penumpang milik Pemkab. Kepulauan Seribu ini melayani rute Muara Baru – Pulau Tidung – Pulau Pramuka – Pulau Kelapa PP. Berangkat dari dan ke Pelabuhan Muara Baru setiap Rabu dan Sabtu pukul 08.00 dengan lama perjalanan 4-5 jam.(MR) |
You need to login or register to post comments.
| < Prev |
|---|












