Advertisement
Telah beredar Majalah Mancing Edisi 26 PDF Print E-mail
Majalah Mancing Edisi 26
Bukan tanpa maksud kami kembali menempatkan Sarah Tamaela di halaman sampul depan majalah kita. Perlu kami informasikan, apabila sebelumnya pemuatan kisah perjalanan mancing Sarah selalu kami ambil berdasarkan hasil wawancara melalui telepon dan juga e-mail dengan gadis kecil puteri Wahyu Tamaela itu, feature yang tersaji dalam edisi ini sepenuhnya ditulis sendiri oleh Sarah!
 

Hal ini sungguh sangat membesarkan hati kami. Karena sejak 1993 saat sportfishing mulai dikembangkan di Indonesia, baru kali inilah kami menerima naskah hasil karya si pemancing sendiri, yang kebetulan adalah gadis nan masih sangat belia, bukannya pria dewasa sebagaimana yang sudah lebih lazim.

Keberanian Sarah menuliskan sendiri pengalaman mancingnya semoga akan terus berlanjut. Dan seiring dengan semakin bertambah terampilnya mengayun joran dan melempar umpan, semakin mahir pula ia merangkai kata-kata dalam bentuk tulisan.

Jika diperhatikan dengan seksama, sejumlah pemancing yang namanya begitu populer hingga melintas ke lima benua umumnya adalah pemancing yang tidak hanya memiliki prestasi terbaik, semacam karena berhasil meraih rekor dunia dan kerap menang dalam berbagai turnamen, tetapi juga karena rajin menuliskan kisah mancingnya dalam majalah-majalah mancing. Bukan rahasia lagi bahwa mereka telah terbiasa tidak hanya saling berkompetisi dalam kegiatan mancing saja, tetapi juga saling berlomba menjadi pemancing dengan karya tulisan terbaik yang senantiasa dinanti oleh para pembaca.

Apakah kelak Sarah akan menjadi pemancing wanita pertama di Indonesia yang termasuk dalam kelompok pemancing semacam itu? Bisa saja, setidaknya karena ia telah mulai menapakkan langkah pertamanya.

Dalam edisi ini kami sajikan laporan Lorensius Anung Wibowo, koresponden kami di Jepang yang  meliput Osaka Fishing Show 2010. Kami berharap, laporan Anung yang sangat komplet tidak hanya memberi gambaran akan piranti terbaru yang akan hadir di masa mendatang, tetapi juga menyadarkan kita semua akan peranan Fishing Show yang nyata-nyata terbukti memberikan keuntungan bagi semua pihak, yaitu kepada negara, para stakes holder termasuk produsen dan toko-toko alat pancing, maupun individu pemancing.

 Osaka 2010

Kita patut prihatin karena sebagai negara yang memiliki perairan demikian luas dengan begitu banyak para pemancing, harus diakui bahwa kita masih sangat terbelakang. Sejak berdirinya FORMASI, organisasi pemersatu seluruh stakes holder di tanah air yang belakangan malah kian kerap digembosi oleh berbagai pihak, sejauh ini belum tampak lagi adanya bibit-bibit persatuan yang mutlak sangat diperlukan untuk dapat terselenggaranya Fishing Show di Indonesia.

Kami memang sempat memulai, namun sepanjang antar klub mancing, antar toko-toko pancing, antar perusahaan swasta dan juga lembaga pemerintah, maunya masih serba jalan sendiri-sendiri, dan malah lebih suka saling menjatuhkan, berarti kita baru sebatas sekelompok orang yang mengaku hobi mancing, dan belum sanggup untuk berpikir bagaimana dengan hobi tersebut kita dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat, kepada lingkungan, dan juga kepada negara kita sendiri. Menyedihkan...

  No Comments.
You need to login or register to post comments.
Discuss...
< Prev   Next >
 
Telaga Cibubur
Albecha
jackpot
Telaga Arwana
Damay
Telaga Cibubur
electrofish
Telaga Cibubur