Advertisement
Asia Digital
seahawk
event calendar
wbw

taka adventure

Berita & Artikel Terkait

Sanghyang, Surga Mancing Selat Sunda PDF Print E-mail

Image
Yantosu Tersenyum Memeluk GT (Michael Risdianto)

Lima jam bolak-balik melempar popper tidak membuat Yanto-su lelah. Yang ada di benaknya hanya senyum kepuasan. Tripnya hari ini ke Pulau Sanghyang berbuah 5-3-3. Salah satu hasil pancingannya GT berbobot 16 kg. Pulau yang terletak di Selat Sunda ini memang destinasi mancing favorit sejak dulu. Terutama bagi pemancing Jakarta, Anyer dan sekitarnya. Tempatnya tidak jauh. Pemancing dari Jakarta istilahnya tinggal injak gas lewat tol, tak sampai dua jam sudah bisa sampai di Merak. Dari sana tinggal sewa kapal. Dua jam kemudian sudah bisa popping ataupun ngoncer di sekitaran pulau. Apalagi jika trip dimulai dari Paku, Anyer, waktu perjalanan di kapal bisa lebih singkat.

Waktu perjalanan darat yang tidak terlalu lama untuk menuju dermaga tentu menjadi nilai plus bagi banyak pemancing. Selain badan jadi tidak terlalu lelah, hemat bensin, waktu untuk mancing jadi bisa lebih lama. Spot mancing yang tidak terlalu jauh dari daratan juga bisa dipakai menekan biaya bahan bakar. Biaya mancing menjadi lebih murah dan waktu mancing juga jadi lebih panjang. Bagi pemancing dari kota yang jauh seperti Tegal ataupun Bandung, Sanghyang juga menjadi favorit dibandingkan Kepulauan Seribu atau pun daerah-daerah di Selatan.

Lihat saja David Hidayat, karena pesona Sanghyang yang memikat itu pemancing asal Tegal ini rela menunda sementara waktu tripnya ke Indonesia bagian Timur. “Ke Sanghyang murah dan kita sudah bisa merasakan nikmatnya embatan GT,” ucapnya.

Untuk ke Sanghyang, biaya sewa kapal memang terbilang murah. Dengan uang 600 ribu hingga 1,2 juta kita sudah bisa menyewa kapal untuk mancing di sini. Bandingkan misalnya kalau kita ingin ke Binuangeun, Ujung Kulon, ataupun Pelabuhan Ratu yang selain jauh dan jalannya juga berliku biaya trip juga perlu uang yang banyak.

Sekali mancing di tempat tersebut di atas bisa dipakai mancing 3-4 kali di Pulau Sanghyang. Tetapi ini bukan bermaksud menyepelekan tempat-tempat yang jauh itu karena nyatanya di sana ikannya juga besar-besar. Ujung Kulon misalnya punya billfish yang menjadi impian hampir semua pemancing.

Pulau Sanghyang memang ibarat surga mancing. Karena selain murah ikan di perairan ini masih banyak. Berbagai jenis kuwe, kerapu, dan salem bisa dipancing di sini. Ukurannya pun beragam. Dari satu hingga belasan kilo. Inilah yang terus menyedot kedatangan pemancing hingga hari ini.

Tengoklah apa kata Yanto-su yang oleh pemancing dinobatkan sebagai lurahnya mancing di sekitar Merak ini, “Dari 10 trip yang saya lakukan, tujuh diantaranya pasti dengan hasil maksimal. Yang paling sering di sini memang GT”, ucap pemilik kapal pancing Bintang Utara yang gandrung popping ini.

Karena kelebihan-kelebihan seperti itulah Pulau Sanghyang juga jadi pilihan  penyelenggara turnamen mancing beberapa tahun terakhir ini. Selain pertimbangan 'kandungan' ikan, apalagi kalau bukan biaya turnamen yang relatif bisa ditekan. Peserta senang, penyelenggara pun senang karena turnamennya dihadiri ratusan peserta. Paling anyar misalnya Lomba Mancing Selat Sunda bulan September silam. Dan lagi-lagi terbukti Sanghyang masih potensial. Berbagai jenis ikan dari kuwe gerong, kerapu, kakap merah pun dipanen peserta.

Wajah Sanghyang
Karakter arus di perairan ini, seperti umumnya selat, relatif deras. Bahkan jika sedang deras-derasnya akan seperti aliran sungai dan mampu menghanyutkan pemberat J8! Meski begitu penggemar mancing dasar tetap tidak kapok datang karena dapat dikatakan selalu ada jaminan mereka akan dapat tenggiri, kerapu, lencam, wakung, kakaktua, babel, dll.

Tepian Pulau Sanghyang terutama sisi Barat dan Selatan terjal dan dalam sehingga ombak yang tercipta sangat dinamis. GT suka tempat seperti ini. Maka tak heran dari sekian banyak trip mancing seringnya selalu dengan hasil GT berukuran variatif dari 5 hingga 20 kg. Tidak terlalu besar memang, tetapi bayangkan betapa nikmatnya fight memakai piranti kelas menengah. Spot paling populer di tepian Sanghyang ini adalah Kedondong.

Tanjung Bajau
Melihat tampilannya spot yang berada di sisi Utara pulau terlihat sangat cocok untuk kasting. Pantainya agak dangkal dan jernih dengan struktur dasar karang. dan pasir. Tetapi karena arus yang deras, 'titik' yang paling oke adalah di sisi Barat tanjung yang dekat dengan spot Kedondong karena arus di sini agak berkurang dan juga ada semacam muara kecil. Cuma karena saking dangkalnya hanya sampan dan boat kecil yang dianjurkan masuk ke spot ini.

Dermaga Sanghyang
Ini adalah spot favorit garongers. Baronang tompel, batik, susu (lingkis), dan jalu bisa dipanen di sini. Bocoran dari Budi Onrust, seorang pemancing baronang  Jakarta, di sini galak kalau air agak keruh dan berombak. Spot kedua ada di sekitar tubiran pulau dimana ngegarong harus dilakukan dari atas kapal, kebanyakan berisi baronang jalu.

Karang Tungku
Ini adalah spot primadona di sini. Berada di sebelah Utara Pulau Sanghyang. Yang sering strike adalah GT 8 hingga 18 kg. Spot ini selalu menjadi 'halte' pertama hampir semua trip mancing di perairan ini, terutama para penggila popping. Selain karena ingin cepat-cepat strike, juga karena faktor cepet-cepetan dapat lapak mancing. Maklum jika 3-4 kapal sudah nongkrong di sini kasting jadi agak sulit dilakukan. Biasanya kalau sudah begitu pecinta popping akan beringsut ke spot Kedongdong, spot popping yang berada di sisi Barat Laut Pulau Sanghyang. Di sini kuncen utama adalah GT. Meski begitu spot ini juga potensial berisi salem dan tuna dan ikan-ikan dasar. Berdasarkan pengamatan penulis ketika trip ke spot ini beberapa waktu lalu marlin juga berkelebat di spot ini.

Karang Tempurung
Tidak jauh dari Pelabuhan Merak, persis di jalur kapal penyeberangan Merak-Bakauheuni. Karang Tempurung adalah pulau terjal yang sendiri di tengah laut. Di spot ini pemancing bisa mancing dasar dengan leluasa. Sayangnya meski kondisi spot terlihat mendukung, menurut “Lurah Merak” di sini hampir tidak ada sambaran jika di popping. “Tapi kalau untuk mancing dasaran di sini masih cukup potensial,” ujarnya.

Menuju Pulau Sanghyang
Pulau Sanghyang terletak di Barat Daya Merak. Dari Dermaga Mabak belakang Wisma Pelangi Merak, tempat kapal-kapal pancing dan nelayan ditambatkan, bisa ditempuh dalam waktu 1-2 jam. Tergantung kapasitas mesin kapal. Dengan asumsi mesin kapal 22 PK misalnya, waktu tempuh sekitar 2 jam. Jika mesin kapal 100 PK, maksimal 1 jam. Disarankan anda berangkat dari Mabak sekitar subuh agar ketika pagi menjelang anda sudah bisa mancing di seputaran Pulau Sanghyang. Jika Anda berangkat dari Dermaga Paku di Anyer lama perjalanan di kapal malah bisa dipersingkat. Tak sampai satu jam Anda sudah akan sampai.

Merak sendiri sangat mudah dijangkau. Maklum, kota pelabuhan ini adalah pintu gerbang Jawa di ujung Timur. Dari Jakarta dan Bandung Anda tinggal melaju di jalan tol dalam hitungan 2 hingga 4 jam anda sudah akan tiba di sana. Jika Anda dari Sumatera, Merak bisa dijangkau dengan kapal penyeberangan.(MR)


  No Comments.
You need to login or register to post comments.
Discuss...
< Prev   Next >
 
Telaga Cibubur
Albecha
jackpot
Telaga Arwana
Damay
Telaga Cibubur
electrofish
Telaga Cibubur