Advertisement
Laut Selatan Sementara Hanya Cocok Untuk Peselancar PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 

Berdasarkan pantauan redaksi Majalah Mancing, selama empat minggu terakhir trend gelombang (swell), ombak (wave) dan angin (wind) di Laut Selatan masih sangat tinggi. 

Image
Ombak di spot popping Karang Jajar (Michael Risdianto)
Di Ujung Kulon, Banten misalnya swell di sekitar Tanjung Layar, Karang Jajar dan sisi Selatan Pulau Panaitan rata-rata saat ini tingginya mencapai 7-9 feet dan terkadang mencapai 9-12 feet. Koran Wawasan yang terbit di Jawa Tengah minggu lalu malah melaporkan sebuah kapal terbalik di Cilacap. Berniat mancing di Laut Selatan? Pikir dulu!

Ditambah dengan angin dingin yang sangat kencang dari Selatan, wave di lokasi-lokasi tersebut juga sangat “hot” sehingga untuk aplikasi teknik mancing seperti popping misalnya menjadi agak sulit, merepotkan, dan tidak efektif. Maka tak heran dari sekian banyak kapal mancing yang saat ini nongkrong di UK, kebanyakan karena disewa oleh para peselancar dan bukan oleh pemancing. “Kebanyakan peselancar Ostrali (Australia),” demikian keterangan dari Hassan, salah satu kapten kapal di Sumur, Banten saat Majalah Mancing melakukan trip ke Ujung Kulon.

Untuk popping di Ujung Kulon, spot yang saat ini kondisinya cukup mendukung adalah di Karang Copong, Tanjung Alang Alang dan di Batu Asin. Tetapi mengingat arus datangnya dari arah Selatan dan atau Barat Daya, sambaran di ketiga spot popping di atas kurang menjanjikan karena dengan kondisi arus seperti sekarang ikan-ikan pastinya memilih untuk berada di sekitar Tanjung Layar dan Karang Jajar. Permasalahannya adalah kalau kita berniat popping di kedua spot tersebut popping menjadi tidak efektif karena masalah angin yang membuat ombak menjadi begitu tinggi. Splash dari popper kita menjadi “kalah” karena di puncak-puncak ombak banyak sekali ripple yang berbuih putih. Suara pop... pop... pop dari popper kita pun tertelan oleh deru angin yang kencang. Belum seringnya wind knot yang tercipta saat kita cast yang mengakibatkan banyak waktu terbuang percuma.

Kalau di Ujung Kulon saja yang posisinya sedikit terhalang karena posisinya yang di pojokan Pulau Jawa, bayangkan dengan kondisi di Binuangeun yang benar-benar menghadap Selatan tanpa tedeng aling-aling itu. “Binu sekarang gelombang dan ombak juga anginnya lebih dahsyat. Bahaya,” ucap seorang pemancing. Angin yang membuat Binuangeun saat ini bergejolak sesungguhnya bukan murni angin Selatan melainkan telah mendapat tambahan energi baru dari angin dari Timur (timuran). Praktis kapal-kapal mancing dan suasana Berkah Resort di musim-musim sekarang ini sangat “kesepian” karena pemancing yang biasanya suka trolling, jigging, bottom atapun popping sedang “libur” memancing ke Binuangeun.

Kondisi yang nyaris sama juga terjadi di perairan sekitar Cilacap dan Majingklak. Candra, seorang pemancing Bandung yang hampir tiap minggu melakukan trip ke sana menyatakan bahwa swell, ombak dan angin di sana sangat besar. “Gila dah!” ucapnya. Tetapi khusus untuk perairan sekitar Majingklak menurut Candra terkadang bisa agak tenang mengingat posisinya yang agak tertutup dengan Pulau Nusa Kambangan. Jadi memancing di spot seperti Plawangan dan Bacok menurut Candra masih mungkin dilakukan meski tidak sepanjang hari penuh. “Kemarin malah ada yang dapat 3 big GT’s di Plawangan,” katanya. Wah, sudah tahu sedang ombak gede, eh tebar racun mancing dia...(MR)

  No Comments.
You need to login or register to post comments.
Discuss...
< Prev   Next >
 
Telaga Cibubur
Albecha
jackpot
Telaga Arwana
Damay
Telaga Cibubur
electrofish
Telaga Cibubur