| Hanya 2,5 Mil dari Kota Tetapi Penuh Talang-talang |
|
|
| Written by MancingONLINE | |
|
Pada edisi Agustus nanti, Majalah Mancing akan membahas secara tuntas mengenai potensi estuary fishing dan juga saltwater fishing di Tegal. Seperti kita tahu Tegal terkenal dengan kakap putihnya yang dapat dengan mudah di jumpai di sungai-sungai yang mengalir di sana.
Spot bernama Karang Jeruk (KJ) ini dipenuhi oleh talang-talang dan kuwe gerong dan dalam waktu tertentu dikuasai oleh barakuda dan tenggiri. Ukurannya memang tidak besar-besar sekitar 1-5 kg. Menariknya meski ukuran ikan di sini kecil-kecil jumlahnya dapat dikatakan sangat berlimpah. Ini terbukti saat Majalah Mancing menengok spot ini. Dalam waktu setengah hari saja lebih dari 50 kali sambaran terjadi. Tetapi dari banyaknya sambaran itu prosentase catch-nya nya hanya sekitar 10-15 ekor karena kebanyakan lepas saat ikan melompat ke udara dan atau karena tali putus terkena karang. Di Mapsource KJ dituliskan dengan nama Terumbu Sugali. Nampaknya spot ini memang “kerajaan” talang-talang yang sangat besar. Ini dapat dilihat dari banyaknya para nelayan Tegal yang memancing ikan tersebut. Dan meski sudah sejak dahulu kala spot ini dipancing dengan cara tonda dengan umpan belanak oleh nelayan setempat, talang-talang di spot ini tidak pernah habis. Ini tentunya khabar yang sangat baik karena ini artinya mereka tidak pernah menggunakan cara-cara destruktif dalam menangkap ikan. Rata-rata nelayan berhasil memancing antara 10-20 ekor ikan talang dalam sehari dengan cara tonda ini. GT juga dapat dijumpai di sini. Tetapi lagi-lagi ukurannya kecil-kecil. Mungkin karena KJ adalah reef dangkal yang dalamnya hanya sekitar 4-8 meter. Bagi pemancing sport, spoon dan popper merupakan artificial lure yang sangat efektif untuk digunakan di KJ. Spoon warna silver menduduki peringkat pertama dalam hal banyaknya strike dibandingkan popper. Ini dikarenakan spoon silver memiliki warna yang menyerupai warna livebait yakni ikan teri yang ada di sini. Kemudian popper warna blue markarel dan black chrome juga sangat efektif. Popper di KJ cenderung disambar oleh talang-talang atau GT yang besar sedangkan spoon cenderung disambar semua ukuran ikan. Tetapi jika Anda bukanlah penggemar artificial lure dan seringnya menggunakan ikan hidup semacam belanak untuk ngoncer Anda tak perlu khawatir karena belanak juga sangat disukai oleh talang-talang di KJ. Tetapi diperlukan teknik tersendiri untuk ngoncer talang-talang di sini. Intinya diperlukan penguasaan teknik drop back ala Tegal jika Anda berniat memancing talang-talang di KJ. Gambaran singkatnya saat belanak yang kita koncer mulai dicicipi oleh talang-talang ataupun GT, kita tidak boleh langsung menyentak joran melainkan mengulur tali sekitar 1-2 meter terlebih dahulu. Lalu setelah itu baru kita melakukan sentakan agar pancing menancap sempurna. Oleh karenanya diperlukan joran panjang semacam joran surf casting untuk ngoncer talang-talang di KJ. KJ juga memungkinkan untuk aplikasi teknik mancing lain semacam fly fishing. Bahkan bagi penggemar mancing baronang sekalipun spot ini bisa dijadikan destinasi karena banyak sekali baronang bersliweran di antara karang-karang tersebut. Mungkin hanya aplikasi bottom fishing yang agak repot untuk diterapkan di sini mengingat banyaknya celah-celah sempit di antara tonjolan-tonjolan karang itu sehingga potensi tersangkut sangat tinggi. Berdasarkan pengamatan Majalah Mancing, titik-titik di KJ menghasilkan ukuran ikan yang berbeda-beda. Areal yang dekat dengan tower mercusuar cenderung menghasilkan strike yang banyak tetapi ukurannya kecil-kecil (antara 1-3 kg). Sedangkan ujung Timur KJ cenderung menghasilkan sambaran ikan berukuran lebih besar (antara 3-5 kg) meskipun agak jarang. Ujung Timur KJ juga sangat potensial untuk aplikasi ngoncer talang-talang karena prosentasi sambarannya terhadap pemakaian livebait paling tinggi dibandingkan titik-titik yang lain. Sering strike dari talang-talang besar terjadi saat umpan buatan sudah mendekati kapal, jadi terus mainkan umpan Anda secara maksimal sampai jarak yang kira-kira tidak mungkin lagi untuk memainkannya. Berniat memancing di KJ perlu memperhatikan beberapa penting antara lain masalah kapal dan angin. Kapal untuk mancing di KJ adalah kapal nelayan bermesin dongfeng yangistilahnya “maju tak gentar” alias tidak bisa mundur. Jadi diperlukan kesigapan khusus dari pemancing jika saat fight ikan tiba-tiba berlari ke arah belakang atau ke arah baling-baling kapal. Jadi sebelum terjadi tali pancing melilit ke baling-baling kapal, baiknya pemancing dengan sigap segera bergeser ke buritan kapal. Juga diperlukan sudut melemparkan umpan yang pas agar seiring berjalannya kapal umpan tidak sampai kemudian bergeser mendekati badan kapal yang membuat umpan buatan menjadi sulit dimainkan. Kapasitas kapal-kapal mancing ke KJ sesungguhnya cukup banyak (bisa sampai 8-9 orang termasuk abk dan kapten 3 orang). Sewanya pun sangat murah karena berada pada kisaran 300 ribuan rupiah sehari. Tetapi khusus untuk aplikasi casting atau popping hanya bisa 3 orang yang memancing secara bersamaan dengan konsekuensi pemancing ketiga musti casting di buritan kapal yang tentunya tidak nyaman karena ada tiang tenda dan juga dekat sekali dengan kemudi kapal yang terbuat dari kayu besar itu. Kemungkinan terjatuh ke air juga sangat tinggi bagi pemancing ketiga karena pijakan yang sempit. Paling ideal adalah menempatkan dua pemancing kasting di depan dan tiga orang pemancing yang ngoncer di belakang. Mengingat kapal-kapal mancing ke KJ adalah kapal-kapal nelayan “biasa”, Anda diharap maklum dengan masalah kebersihan dan kerapihan. Tidak tepat misalnya jika Anda membandingkannya dengan kapal-kapal mancing di Ujung Kulon atau Binuengeun misalnya. Piranti untuk memancing di KJ bisa menggunakan ril mulai kelas 2000 hingga kelas 5000. Joran bisa mulai kelas 20-40 lbs. Panjang joran baiknya lebih dari 6 feet panjangnya agar mampu menghasilkan jarak kasting yang jauh. Paling ideal adalah joran 9 feet. Tali pancing bisa menggunakan PE 2 hingga PE 4. Leader florokarbon kelas 40-60 lbs sepanjang 2 meter tampaknya pilihan yang paling pas agar saat ikan lari ke sela-sela karang dangkal itu leader tidak mudah putus. Masalah drag juga perlu mendapatkan perhatian secara serius. Karena biasanya setelah strike ikan cenderung langsung bersembunyi di sela-sela karang, baiknya setelan drag Anda taruh pada posisi yang berat tetapi tentunya bukan pada posisi mati. Anda tetntu tidak mau merasa “kecopetan” bukan oleh ikan-ikan di KJ? Nah, jika tali Anda kira-kira sudah tidak lagi terancam oleh tajamnya karang-karang di KJ dan ikan juga sudah menampakkan tanda-tanda keluar dari karang-karang Anda boleh mulai mengendurkan tali agar kenikmatan fight tidak cepat berlalu. Reef KJ berada di dekat Tanjung Pemalang yang mengakibatkan reef ini sangat terpengaruh oleh angin yang berasal dari tanjung ini. Jadi meskipun di Dermaga Muara Reja yang bertiup angin Selatan atau Utara yang artinya ombak cenderung flat, bisa jadi di reef sedang bertiup angin Tenggara, Barat atau Timur yang mengakibatkan ombak menjadi sangat besar karena angin-angin tersebut cenderung sangat kencang. Jadi sebelum berniat memancing di KJ baiknya tanyakan dulu kepada para nelayan bagaimana kondisi angin dalam satu atau dua hari terakhir atau perkiraan angin di KJ hari ini sehingga kemungkinan untuk batal mancing gara-gara angin bisa dieliminir.(MR)
|
You need to login or register to post comments.
| < Prev | Next > |
|---|







.jpg)



