Advertisement
Pilar, Spot Kakap Putih Jempolan Print E-mail

Image
Hasil mancing di Pilar (Michael Risdianto)

Ekspansi kakap putih (barramundi) ke dalam sungai-sungai yang ada di Pantura memang luar biasa jauhnya, bisa mencapai 6 kilometer dan bahkan lebih. Tujuannya apalagi jika bukan untuk mencari makan, kawin, membuat sarang dan bertelur. Nah, jika masa itu tiba, para pemancing dari seluruh penjuru membanjiri sungai-sungai seperti Mojo, Ketiwon, Kaligangsa dan lainnya untuk merasakan tarikan kakap yang terkenal tangguh dan petarung pemberani ini. Peluangnya memang fifty-fifty. Disamping banyaknya pemancing, populasi kakap putih tercatat semakin berkurang dari tahun ke tahun baik dari segi jumlah maupun ukurannya.

Image
Pilar di Sungai Pemali (Michael Risdianto)
Pengecualian bagi Pilar, sebuah spot yang terletak di muara Sungai Pemali, daerah Brebes. Dinamakan Pilar, karena sepanjang aliran muara Sungai Pemali berdiri beton-beton kokoh penahan arus saat banjir yang menjorok ke tengah sungai. Di bawah pilar-pilar itulah barramundi banyak tinggal (karena tiang-tiang beton membuat banyak ranting tersangkut sehingga cocok dijadikan sarang) dan atau melintas mencari makan.

Kakap putih yang bisa kita temukan di Pilar terdapat beragam ukuran. Dari yang nener hingga yang puluhan kilo. Belum banyak pemancing yang mengenal lokasi ini. Sebab, akses menuju ke Pilar relatif sulit. Banyaknya tambak dan kali yang harus diseberangi mengharuskan kita menggunakan kendaraan roda doa alias motor. Jalannya belum teraspal dengan baik, mayoritas masih tanah. Jika musim kering, debu yang yang mendominasi. Sebaliknya saat penghujan, sulit ditembus karena becek. Dan itupun masih harus menyeberang berkali-kali dengan naik perahu penyeberangan.

Meski akses ke Pilar lumayan sulit, dinamika di sekitar spot ini sesungguhnya begitu hidup sebab masyarakat sekitar banyak yang menggantungkan hidupnya dari sungai ini. Ada nelayan yang khusus mengincar ikan-ikan air tawar, pencari kerang, pemilik perahu penyebrangan, petani-petani bawang merah yang mempunyai kebun disisi sungai hingga pemilik ternak yang sering memandikan peliharaannya di sungai.

Umumnya, para pemancing menggunakan joran 6 feet dengan umpan udang putih, makanan idola sang kakap di sungai. Mereka menghampar duduk ataupun berdiri di pilar-pilar kokoh itu. Dalam kondisi hidup udang ditancapkan pada mata kail. Bunyi jentikan udang putih dalam air yang lumayan berisik itulah yang akan mengundang kakap putih untuk datang dan kemudian menyambarnya. Satu tangan memegang joran, tangan yang lain memegang tali pancing agar selalu dalam kondisi terukur, seraya memainkannya. Bagi yang malas memegang tali pancing, biasanya menggunakan karet untuk mengikat tali pada gagang joran. Ini dimaksudkan agar kita cepat hook up saat ikan menyambar umpan. Sebab, kebiasaan makan kakap putih di Pilar adalah menghantam umpan dengan ganas kemudian lari bersembunyi di sarangnya.

Seperti saat Majalah Mancing menjajal spot Pilar di awal Juli lalu. Sejak pagi hingga siang hari terjadi 8 kali strike, namun yang berhasil terangkat hanya 3 baramundi dengan ukuran 1 – 2 kilo. Strike yang ketiga malah lebih unik. Kala itu, kakap yang kami pancing berhasil memutuskan tali pancing dan membawanya ke sarang. Tetapi tali tersebut masih terlihat dipermukaan. Dengan cara mengaitkan pada seutas tali yang di ikat batu, tali tersebut berhasil kami tarik kembali.

Memancing kakap putih di Pilar juga perlu persiapan yang matang serta tidak selalu berkaitan dengan alat pancing. Cadangan tali, kail hingga umpan memang harus tersedia cukup untuk menghadapi ikan petarung ini. Dan yang juga tidak boleh dilupakan adalah menyediakan logistik, makan dan minum, karena tempat ini jauh dari yang namanya warung makan. Well, selamat menjajal Pilar!!!(PS)

  No Comments.
You need to login or register to post comments.
Discuss...
< Prev   Next >
 
Telaga Cibubur
Albecha
jackpot
Telaga Arwana
Damay
Telaga Cibubur
electrofish
Telaga Cibubur