Advertisement
Asia Digital
seahawk
event calendar
wbw

taka adventure

Berita & Artikel Terkait

5 Jam 60 Strike PDF Print E-mail

Image
GT di Majingklak (Michael Risdianto)
Di laut, saat musim angin (musim dimana angin bertiup kencang untuk waktu yang lama) seringkali ada saat teduh sejenak yang lamanya kadang hanya satu atau dua hari. Trip mancing yang diadakan dalam saat teduh sejenak seperti itu sering disebut trip colongan (curian). Trip colongan seringnya menghasilkan hasil strike yang luar biasa banyaknya.

Kunci sukses trip colongan adalah memperhatikan dengan cermat pergerakan angin yang berakibat pada pola swell dan wave. Lalu saat prediksi di lapangan menunjukkan kecenderungan membaik segera lakukan trip ke spot yang paling potensial di fishing ground favorit. Hasilnya? Seringkali pemancingnya pun keheranan karena saking banyaknya strike dan ukuran ikan cenderung menunjukkan lebih berat dari hari-hari biasanya (musim mancing).

Laporan terkini dari kesuksesan trip model colongan ini masuk ke redaksi Majalah Mancing dari wilayah Selatan Pulau Jawa (Samudera Hindia). Seperti kita tahu saat ini perairan Selatan Pulau Jawa sedang bertiup angin Selatan. Dan pemancing yang jeli mengamati kondisi di lapangan untuk kemudian melakukan trip colongan tersebut adalah Bubung Kusyman, pemancing yang fotonya terpampang di kover Majalah Mancing edisi Juli 2008. Dengan riang gembira dirinya mengabarkan bahwa satu hari lalu dalam waktu sekitar 5 jam dia dan timnya mendapatkan lebih dari 60 strike dari satu spot di fishing ground Majingklak. “Semuanya GT. Ukuran ikan antara 8-25 kg. Popper banyak hilang karena linebreak. Kami pulang karena kehabisan popper,” ujar Bubung bersemangat sekaligus gundah sebab dirinya sebenarnya belum berniat pulang andai saja persediaan poppernya masih cukup.

Khabar dari Majingklak tersebut sangat menggembirakan sebab selama ini Majingklak identik dengan fishing ground yang idealnya hanya untuk aplikasi popping kelas 20an lbs hingga maksimal 30an lbs. Melihat hasil trip colongan dari Bubung tersebut ini artinya pandangan-pandangan yang menyatakan bahwa Majingklak hanya dihuni ikan-ikan ukuran 10 kg ke bawah dengan sendirinya gugur. Mereka yang akan melakukan trip lagi ke Majingklak secara otomatis musti tidak boleh hanya membawa piranti kelas 20-30 lbs seperti selama ini terjadi sebab seperti penuturan Bubung leader 80 lbs pun kini sering sekali putus dan popper 40an gram yang biasanya disandingkan dengan tackle kelas 20-30an lbs hancur disambar GT. “Beberapa pancing Owner 2.0 pun lempeng! Ikan-ikan ukuran 25 kg ke atas tidak bisa kami angkat karena kami hanya membawa piranti medium popping” ucapnya. Ini bukti bahwa ukuran ikan pada trip colongan juga sangat berbeda dengan biasannya.

Sejatinya potensi hebat Majingklak untuk aplikasi popping kelas berat sudah kami perkirakan sejak jauh-jauh hari dan telah pula kami laporkan secara menyeluruh pada Majalah Mancing edisi Juli 2008. Anda menjadi tidak sabar untuk segera melakukan trip mancing tentunya. Jadi jika Anda berniat untuk mengalami berkesannya trip colongan seperti dialami oleh Bubung dan kawan-kawan Bandung lainnya segera lakukan pengamatan cermat pada perkiraan swell dan wave di fishing ground favorit Anda dan segeralah meluncur ke sana saat waktunya tiba. Tidak harus ke Majingklak, kemanapun yang dekat dengan tempat Anda! Jangan lupa catch and release ya!(MR)

  No Comments.
You need to login or register to post comments.
Discuss...
< Prev   Next >
 
Telaga Cibubur
Albecha
jackpot
Telaga Arwana
Damay
Telaga Cibubur
electrofish
Telaga Cibubur